Dipolisikan Gara-gara Sebut ‘Tampang Boyolali’, Kubu Prabowo Pasrah

JawaPos.com – Video pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Boyolali ‚Äémenimbulkan polemik. Saat ini pun pria berjuluk 08 ini telah dilaporkan oleh seorang warga bernama Dakun ke Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tidak mempermasalahkan adanya pelaporan yang ditujukan kepada capres yang ia dukung. Sepenuhnya ia serahkan kepada masyarakat untuk menilai laporan tersebut.

“Silahkan saja. Biar rakyat yang menilai, upaya-upaya menyeret politik rasial tersebut akan membuat masyarakat benci dengan mereka yang melakukan politicking,” ujar Dahnil kepada JawaPos.com, Sabtu (3/11).

Menurut Dahnil, sejak awal tidak ada maksud Prabowo Subianto melakukan penghinaan kepada warga Boyolali. Lagi pula yang disampaikan oleh Prabowo Subianto hanyalah bentuk keakraban antara masyarakat dengan calon pemimpin.

“Sejak awal Pak Prabowo bicara terkait kesenjangan di forum tersebut dan berseloroh dan bercanda dengan warga Boyolali dengan akrab dengan menggunakan kata muka Boyolali,” katanya.

Sebelumnya, pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa (30/10) lalu, berujung panjang. Pasalnya mantan Danjen Kopassus itu dilaporkan Seorang warga Boyolali bernama Dakun, 47, ke SPKT Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut diterima dengan Nomor : LP/6004/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 2 November 2018. Dalam laporan itu Prabowo diduga mendistribusikan informasi elektronik yang bermuatan kebencian.

Dalam laporan itu juga dia dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45A ayat 2 UU RI Nomor 19 tentang ITE dan atau Pasal 4 huruf b angka 2 Juncto Pasal 16 UU RI Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 KUHP.

Dakun melaporkan Prabowo karena merasa tersinggung dan terhina karena ucapan Prabowo soal ‘tampang Boyolali’. Saat menyambangi SPKT Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya Muannas Alaidid.

Dakun mengaku dirinya merasa telah dilecehkan dengan ucapan yang disampaikan oleh Prabowo. Kata-kata Prabowo itu seolah-olah menyatakan jika warga Boyolali miskin dan tidak pernah masuk mall dan hotel.

“Jadi saya sebagai warga Boyolali merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo bahwa orang Boyolali itu terkesan miskin dan tidak pernah masuk mall atau hotel, padahal yang namanya hotel di Jakarta ini saya sendiri contohnya sering (ke hotel dan mall),” ujarnya, Jumat (2/11).

Adapun, Prabowo Subianto memberikan pidato saat pemeresmian posko dirinya dan Sandiaga Uno di Boyolali. Namun belakangan pidato ini viral karena menyebut warga Boyolali tidak mampu masuk hotel berbintang, karena memiliki tampang bukan orang kaya.

Berikut ini kutipan kalimat yang diucapkan oleh Prabowo Subianto dalam video berdurasi 58 detik tersebut.

“Hotel-hotel mewah sebut saja hotel di dunia yang paling mahal ada di Jakarta, ada Ritz Charlton, ada Waldorf Astoria. Namanya saja kalian enggak bisa sebut, dan macam-macam itu semua saya yakinkalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul (betul jawab peserta), dan kalau masuk, mungkin kalian diusir, mungkin tampang-tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian tampang Boyolali ini,” kata Prabowo dalam pidatonya.

(gwn/JPC)