Setelah Elektabilitas Demokrat Stabil, Maret SBY Turun untuk Prabowo

JawaPos.com – Peran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) bagi pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belum dirasakan. Pihak partai berlambang bintang mercy itu mengklaim sang presiden dua periode itu akan turun untuk capres-cawapres nomor urut 02 itu pada maret mendatang.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hemanto mengatakan, pihaknya masih memegang komitmen untuk mendukung paslon nomor urut 02 tersebut. “Saat yang tepat yaitu kurang lebih di bulan Maret,” kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/11).

Dikatakan Agus, SBY saat ini tengah sibuk untuk menguatkan elektabilitas partai Demokrat. Upaya itu untuk menghadapi Pemilu 2019 mendatang. Terutama untuk pemilihan legislatif (pileg). Setelah target itu tercapai baru memikirkan untuk pemilihan presiden (pilpres). “Kami harus terjun pada dua permasalahan itu,” tandasnya.

Setelah Elektabilitas Demokrat Stabil, Maret SBY Turun untuk PrabowoDua capres-cawapres. Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat deklarasi Pemilu 2019 Damai. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Sebelumnya, Partai Demokrat mulai membeberkan soal untung-ruginya mendukung pasangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. SBY selaku ketua umum partai berlambang bintang mercy itu mengaku tak mendapat keuntungan elektoral dari mantan Danjen Kopassus tersebut.

Menurut SBY, di pemilu serentak yang menyandingkan pilpres dan pileg bersamaan hanya berdampak secara elektoral terhadap partai yang mengusung kadernya sebagai calon presiden (capres).

“Survei membuktikan, saat ini bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan,” kata SBY saat memberikan sambutannya dalam acara pembekalan calon legislatif DPR RI di Hotel Sultan, Jakarta Pusat (10/11).

Sebagai contoh, sebut SBY, yakni PDIP. Partai itu akan menerima keuntungan elektoral karena mengusung Jokowi sebagai capres. Jokowi di PDIP merupakan petugas partai yang diperintahkan sang ketua umum Megawati Soekarnoputri untuk menjadi capres. Hal serupa juga dirasakan caleg dari Partai Gerindra karena mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.

“Suara kedua partai politik itu meningkat tajam. Sebaliknya, partai politik yang tidak punya capres dan cawapres, suaranya menurun, anjlok. Itu realita,” tandas SBY yang berbicara di hadapan 287 caleg Partai Demokrat.

(aim/JPC)